Tentang Kami

Wedangan Mbah Bes mempunyai visi untuk “Menjadi tempat nongkrong hits untuk semua kalangan yang juga menjadi salah satu alternative tujuan wisata kuliner di Jogja”

Misi Wedangan Mbah Bes adalah :

  • Menyediakan berbagai minuman dan makanan yang pastinya halal, lezat, dan higienis
  • Menjadi tempat nongkrong yang dapat diterima oleh semua kalangan melalui desain yang nyaman dan sederhana serta pelayanan prima
  • Melestarikan salah satu kekayaan budaya Jawa yang berupa berbagai macam minuman tradisional
  • Memberi edukasi terkait manfaat minuman traditional Jawa dan berbagai falsafah Jawa lainnya
  • Menjadi jalan pembuka rejeki bagi siapa saja yang ingin bekerja sama baik sebagai pemasok, franchise, maupun karyawan

Sejarah Wedangan Mbah Bes

Bertekad hanya ingin memberi rejeki yang halal bagi keluarga, Mbah bes resign dari sebuah bank swasta nasional dan memilih membuka peruntungan sebagai “bakul angkringan”. Keputusan yang berat ini diambil ketika anak pertama lahir. Tanpa pengetahuan tentang dunia per-angkringan sebelumnya dan berbekal modal “nekat” Mbah bes membuka usaha angkringan karena percaya bahwa rejeki adalah hak prerogatif Tuhan. Namun ternyata ketatnya persaingan membuat Mbah bes harus bertekuk lutut dan menutup sementara angkringan yang semula dinamai Udan Liris yang maknanya rejeki yang datang terus menerus walaupun sedikit.

Sang istri Ester Rufariza terus memberi dorongan kepada Mbah bes untuk tidak menyerah pada impiannya. Sang istri memberi masukan untuk membuat konsep yang sama sekali baru bagi angkringannya. Konsep yang disepakati adalah semacam bar karena ingin fokus pada minuman yang dijual dan karena berlokasi di pinggir jalan maka istilah yang digunakan adalah street bar. Teman-teman sang suami Herlambang Pranatawan sering memanggilnya dengan panggilan Mbah bes yang artinya mbah besar atau orang yang dituakan dan bisa dicurhati berbagai hal. Akhirnya nama Mbah bes pun dipilih sebagai nama angkringan untuk merepresentasikan angkringan itu sendiri sekaligus karena pengucapannya yang mudah dan gampang diingat.

Range minuman yang dijualpun dikembangkan sebagai upaya pelestarian budaya kuliner Jawa yang luar biasa. Makanan pendamping berupa jajan pasar yang dikombinasikan dengan berbagai makanan ringan kekinian menjadi nilai tambah tersendiri bagi Wedangan Mbah Bes. Suasana yang ditawarkan adalah konsep modern dan praktis untuk menghilangkan stigma negatif tentang angkringan yang biasanya remang-remang. Sistem penjualan dan marketing pun dikembangkan dengan cara online untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Moto kami enak dan murah dipilih untuk menyesuaikan dengan lingkungan Jogjakarta yang sederhana dan membumi. Jadi tunggu apalagi? Rung neng Jogja nek rung medang, dab! Medange neng Wedangan Mbah Bes yo… jo lali!

Yuk bagikan