Wedang Uwuh Jogja, sejarah hingga khasiat

BAHASA INDONESIA

wedang uwuh jogja

wedang uwuh

Apa sih Wedang Uwuh itu?

Bagi sebagian Anda, mungkin sudah familiar dengan nama salah satu minuman khas Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Ya! Wedang Uwuh! Wedang Uwuh yang secara harfiah berarti minuman sampah karena berasal dari kata bahasa jawa wedang yang berarti minuman dan uwuh yang berarti sampah. Eits jangan dibayangin yang jelek-jelek dulu ya gaes, minuman sampah ini dibilang sampah karena saking banyaknya rempah yang dimasukkan ke dalamnya sehingga terlihat seperti sampah. Namun tahukah Anda, bahwa ternyata selain karena penampakannya, ada cerita tersendiri yang melatar belakangi kenapa minuman ini bisa tercipta hingga dinamakan wedang uwuh.

Sejarah Wedang Uwuh 

Sejak waktu yang lama Wedang Uwuh menjadi salah satu minuman kegemaran raja-raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ada beberapa versi sejarah wedang uwuh, namun diantaranya yang paling populer adalah versi Sultan Agung, yang menurut kami juga paling mendekati kebenaran dengan mempertimbangkan fakta bahwa wedang uwuh adalah minuman kegemaran para raja.

Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma merupakan sultan ketiga Kesultanan Mataram (cikal bakal kraton jogja) yang memerintah pada periode tahun 1613-1645, dan telah berjasa menjadikan Kerajaan Mataram berkembang menjadi kerajaan terbesar di Jawa dan Nusantara pada saat itu. Cerita dimulai ketika Sultan Agung hendak mencari tanah/area untuk dijadikan tempat makam keluarga kerajaan. Setelah  berkelana mencari kesana kemari, sampailah Sultan Agung di daerah Bukit Merak yang terletak di daerah Imogiri Bantul.

Sultan Agung merasa daerah tersebut cocok untuk dijadikan tempat pemakaman keluarga kerajaan. Namun untuk lebih memantabkan pilihannya tersebut, Sultan Agung memutuskan untuk bersemedi disana mencari petunjuk Ilahi. Ketika malam menjelang dan udara menjadi semakin dingin, Sultan Agung memerintahkan pengawalnya untuk membuatkannya secangkir minuman hangat. Disini terdapat dua versi, satu versi menyataan bahwa minuman yang disuguhkan oleh pengawal adalah wedang secang, sedang versi lain menyatakan bahwa minuman yang disajikan adalah wedang cengkeh. Sultan Agung tidak langsung meminum minuman tersebut, melainkan melanjutkan semedi yang dilakukannya. Lokasi yang berada di ketinggian menghembuskan angin malam yang cukup kencang hingga menyebabkan daun-daun berguguran dan tanpa sengaja daun-daun tersebut sebagian masuk ke dalam minuman yang disuguhan kepada sang sultan. Suasana malam yang gelap menyebabkan Sultan Agung tidak menyadarinya, dan meminum minuman tersebut seperti biasa, namun dia merasa ada yang berbeda dan merasa minuman buatan pengawalnya kali itu lebih enak daripada biasanya. Pagi harinya Sultan Agung kembali memerintahkan pengawalnya untuk membuatkannya lagi minuman seperti yang tadi malam telah disuguhkan, dia juga berkata kepada pengawalnya bahwa minuman tersebut terasa lebih enak daripada biasanya. Pengawal kemudian memeriksa cangkir minuman sang raja dan terkejut dengan adanya daun-daunan yang pada mulanya tidak ada. Namun demikian para pengawal tersebut kemudian membuat lagi ramuan minuman yang sama dengan mempelajari apa yang ada dalam cangkir tersebut. Sejak saat itulah wedang uwuh mulai dinikmati kalangan Kasultanan Mataram hingga Kraton Yogyakarta dan hingga saat ini tidak lagi menjadi minuman eksklusif kalangan keluarga kerajaan, namun dapat kita nikmati bersama.

Khasiat Wedang Uwuh 

Wedang Uwuh terdiri dari jahe, serutan kayu secang, cengkeh, kapulaga, kayu manis, daun salam dan gula batu yang kemudian memiliki banyak manfaat seperti :

  • menghangatkan badan
  • menghilangkan capek-capek
  • meningkatkan kualitas tidur
  • menyembuhkan dan mencegah masuk angin
  • menurunkan kolesterol
  • melancarkan peredaran darah
  • sebagai anti oksidan alami
  • menyembuhkan batuk ringan

Nah itu tadi sekilas ulasan mengenai Wedang Uwuh, semoga bermanfaat dan jika Anda membutuhkan Wedang Uwuh baik dalam bentuk minuman jadi, eceran maupun grosir untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, toko, cafe, atau hotel Anda, Anda dapat menghubungi kami di tombol whatsapp dipojok kanan bawah laman ini. Silahkan share artikel ini jika dirasa bermanfaat.

ENGLISH 

What is Wedang Uwuh?

For some of you, maybe already familiar or at least ever heard about one of special drinks of Special Region of Yogyakarta, Indonesia, which called Wedang Uwuh. Wedang Uwuh which literally means rubbish drink because it comes from the Javanese term wedang which means drink and uwuh which means rubbish. But don’t imagine the bad ones first guys, this garbage drink is said to be rubbish because so many spices are inserted into it, so it looks like garbage. But do you know, that apart from its appearance, it turns out that there is a separate story behind why this drink can be created until it’s called wedang uwuh. Lets check that out…

Wedang Uwuh History

For a long time Wedang Uwuh became one of the favorite drinks of the kings of Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. There are several historical versions of Wedang Uwuh, but among the most popular is the Sultan Agung version, which in our opinion is also the closest to the truth taking into account the fact that Wedang Uwuh is a favorite drink of the Kings.

Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma was the third sultan of the Mataram Sultanate (the forerunner of the Jogja Palace) who ruled in the period of 1613-1645, and had contributed to making the Kingdom of Mataram develop into the largest kingdom in Java and the archipelago at that time. The story begins when Sultan Agung wants to find land to be used as a place for the tomb of the royal family. After venturing to and fro, Sultan Agung arrived at the Merak Hill area located in Imogiri sub district of ​​Bantul Regency.

Sultan Agung felt that the area was suitable to be used as a burial place for the royal family. But to better strengthen his choice, Sultan Agung decided to meditate there seeking divine guidance. When the night came and the air became colder, Sultan Agung ordered his bodyguard to make him a cup of warm drink. Here there are two versions, one version states that the drink served by the bodyguard is wedang secang (Caesalpinia sappan), while the other version states that the drink served is clove drinks. Sultan Agung did not immediately drink the beverages, but continued the meditate he did. The location at the height exhaled the night wind which was quite strong, causing the leaves to fall and accidentally some of it was fallen into the drink that was served to the sultan. The dark night atmosphere caused Sultan Agung did not notice that and drank it as usual, but suddenly he felt there was something different in the taste and felt that the drinks were better than usual. In the morning, Sultan Agung ordered his bodyguard to make him another drink like the one he had served last night, he also told his bodyguard that the drink tastes better than usual. The guards then examined the king’s drink cup and were shocked by the presence of leaves that were not there before. However, the guards then made another concoction of the same drink by learning what was in the cup. From that time onwards, wedang uwuh began to be enjoyed by the Mataram Sultanate to the Kraton of Yogyakarta and until now it is no longer an exclusive drink among the royal family, but we can enjoy it together.

Benefits of Wedang Uwuh

Wedang Uwuh consists of ginger, secang wood shavings, cloves, cardamom, cinnamon, bay leaves and rock sugar which then has many benefits such as:

  • warm the body
  • eliminate fatigue
  • improve sleep quality
  • cure and prevent colds
  • lowers cholesterol
  • improve blood circulation
  • as a natural anti-oxidant
  • cure mild cough

Now that was a brief story of Wedang Uwuh, hopefully it is useful for you and if you need Wedang Uwuh in the form of ready to drinks, retail and wholesale to meet your household, shop, cafe or hotel needs, you can contact us on the WhatsApp button on the lower right corner of this page. Please share this article if it feels useful.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *